Nomor 11
Diketahui polinomial f(x) habis dibagi x−1. Jika f′(x) dibagi x−1 bersisa a2 dan
limx→1f(x)x−1=2a−1 maka a=....
♠ Teorema sisa : f(x)x−a⇒sisa=f(a)
artinya : substitusi x=a ke f(x) dengan hasil sama dengan sisanya
♠ Menentukan nilai fungsi
f(x):(x−1), habis dibagi, sisa = 0 , artinya f(1)=0
f′(x):(x−1), sisa = a2 , artinya f′(1)=a2
♠ Penerapan turunan pada limit (L'Hospital)
limx→af(x)g(x)=00, solusinya limx→af(x)g(x)=limx→af′(x)g′(x)
diturunkan terus sampai hasil limitnya tidak 00
♠ Menentukan nilai a dengan f(1)=0 dan f′(1)=a2
limx→1f(x)x−1=f(1)1−1=00limx→1f(x)x−1=2a−1(limitnya diturunkan)limx→1f′(x)1=2a−1f′(1)1=2a−1f′(1)=2a−1a2=2a−1a2−2a+1=0(a−1)2=0a=1
Jadi, nilai a=1.♡
artinya : substitusi x=a ke f(x) dengan hasil sama dengan sisanya
♠ Menentukan nilai fungsi
f(x):(x−1), habis dibagi, sisa = 0 , artinya f(1)=0
f′(x):(x−1), sisa = a2 , artinya f′(1)=a2
♠ Penerapan turunan pada limit (L'Hospital)
limx→af(x)g(x)=00, solusinya limx→af(x)g(x)=limx→af′(x)g′(x)
diturunkan terus sampai hasil limitnya tidak 00
♠ Menentukan nilai a dengan f(1)=0 dan f′(1)=a2
limx→1f(x)x−1=f(1)1−1=00limx→1f(x)x−1=2a−1(limitnya diturunkan)limx→1f′(x)1=2a−1f′(1)1=2a−1f′(1)=2a−1a2=2a−1a2−2a+1=0(a−1)2=0a=1
Jadi, nilai a=1.♡
Nomor 12
Jika sudut lancip x memenuhi
1=2log16+2log(sinx)+2log(cosx)+2log(cos2x)
maka x=....
1=2log16+2log(sinx)+2log(cosx)+2log(cos2x)
maka x=....
♣ Konsep dasar
Persamaan logaritma : alogf(x)=alogg(x)⇔f(x)=g(x)
Sifat logaritma : alogb+alogc=alog(bc)
Trigonometri : sinpx.cospx=12.sin2px
♣ Menyelesaikan soal
2log16+2log(sinx)+2log(cosx)+2log(cos2x)=12log(16.sinx.cosx.cos2x)=2log216.sinx.cosx.cos2x)=2(bagi 2)8.(sinx.cosx).cos2x)=18.(12.sin2x).cos2x)=14(sin2x.cos2x)=14(12.sin4x)=12sin4x=1sin4x=12sin4x=sin30∘sin4x=sinπ64x=π6x=π24
Jadi, nilai x=π24.♡
Persamaan logaritma : alogf(x)=alogg(x)⇔f(x)=g(x)
Sifat logaritma : alogb+alogc=alog(bc)
Trigonometri : sinpx.cospx=12.sin2px
♣ Menyelesaikan soal
2log16+2log(sinx)+2log(cosx)+2log(cos2x)=12log(16.sinx.cosx.cos2x)=2log216.sinx.cosx.cos2x)=2(bagi 2)8.(sinx.cosx).cos2x)=18.(12.sin2x).cos2x)=14(sin2x.cos2x)=14(12.sin4x)=12sin4x=1sin4x=12sin4x=sin30∘sin4x=sinπ64x=π6x=π24
Jadi, nilai x=π24.♡
Nomor 13
limx→01−cos3xxtanx=.....
♣ Konsep dasar
*). Trigonometri :
cos2x=1−sin2x dan cosx=1−2sin212x
Penjabaran bentuk :
1−cos3x=1−cosx(cos2x)=1−cosx(1−sin2x)
=(1−cosx)+cosxsin2x
*). Limit trigonometri :
limx→0sinaxbx=ab dan limx→0sinaxtanbx=ab
♣ Menyelesaikan limitnya
limx→01−cos3xxtanx=limx→0(1−cosx)+cosxsin2xxtanx=limx→01−cosxxtanx+cosxsin2xxtanx=limx→01−(1−2sin212x)xtanx+cosxsin2xxtanx=limx→02sin212xxtanx+cosxsin2xxtanx=limx→02sin12x.sin12xxtanx+cosx.sinx.sinxxtanx=limx→02sin12xx.sin12xtanx+cosx.sinxxsinxtanx=2.121.121+cos0.11.11=12+1=32
Jadi, nilai limitnya adalah 32.♡
*). Trigonometri :
cos2x=1−sin2x dan cosx=1−2sin212x
Penjabaran bentuk :
1−cos3x=1−cosx(cos2x)=1−cosx(1−sin2x)
=(1−cosx)+cosxsin2x
*). Limit trigonometri :
limx→0sinaxbx=ab dan limx→0sinaxtanbx=ab
♣ Menyelesaikan limitnya
limx→01−cos3xxtanx=limx→0(1−cosx)+cosxsin2xxtanx=limx→01−cosxxtanx+cosxsin2xxtanx=limx→01−(1−2sin212x)xtanx+cosxsin2xxtanx=limx→02sin212xxtanx+cosxsin2xxtanx=limx→02sin12x.sin12xxtanx+cosx.sinx.sinxxtanx=limx→02sin12xx.sin12xtanx+cosx.sinxxsinxtanx=2.121.121+cos0.11.11=12+1=32
Jadi, nilai limitnya adalah 32.♡
Cara II :
♣ Konsep dasar
*). Trigonometri pada limit : 1−cos3px=32(px)2
Sehingga : 1−cos3x=32(1x)2=32x2
*). Limit trigonometri : limx→0axtanbx=ab
♣ Menyelesaikan limitnya
limx→01−cos3xxtanx=limx→032x2xtanx=limx→032xtanx=321=32
Jadi, nilai limitnya adalah 32.♡
♣ Konsep dasar
*). Trigonometri pada limit : 1−cos3px=32(px)2
Sehingga : 1−cos3x=32(1x)2=32x2
*). Limit trigonometri : limx→0axtanbx=ab
♣ Menyelesaikan limitnya
limx→01−cos3xxtanx=limx→032x2xtanx=limx→032xtanx=321=32
Jadi, nilai limitnya adalah 32.♡
Nomor 14
Jika kurva f(x)=ax3+bx2+1 mempunyai titik ekstrem (1, -5), maka kurva tersebut naik pada ....
♠ Konsep Dasar
*). Titik ekstrim (titik balik) :
Titik ekstrim (titik balik) suatu fungsi f(x) diperoleh dari turunan pertama sama dengan nol. Misalkan titik ekstrimnya (m,n) artinya nilai x=m diperoleh pada saat f′(x)=0 atau f′(m)=0
*). Fungsi f(x) naik syaratnya : f′(x)>0
♠ Fungsi f(x)=ax3+bx2+1 mempunyai titik ekstrim (1,-5) , artinya f′(1)=0 dan f(1)=−5
f(x)=ax3+bx2+1→f′(x)=3ax2+2bx
Substitusi bentuk f′(1)=0
f′(1)=0→f′(x)=3ax2+2bx3a.12+2b.1=03a+2b=0...pers(i)
♠ Substitusi titik ekstrimnya ke fungsi
f(1)=−5→f(x)=ax3+bx2+1a.13+b.12+1=−5a+b=−6...pers(ii)
♠ Eliminasi pers(i) dan pers(ii)
3a+2b=0×13a+2b=0a+b=−6×22a+2b=−12−a=12
pers(ii) : a+b=−6→12+b=−6→b=−18
Sehingga fungsinya :
f(x)=ax3+bx2+1→f(x)=12x3−18x2+1
Turunannya : f′(x)=36x2−36x
♠ Menentukan syarat fungsi f(x) naik
f′(x)>036x2−36x>036x(x−1)>0x=0∨x=1

Jadi, f(x) naik pada interval {x<0∨x>1}.♡
*). Titik ekstrim (titik balik) :
Titik ekstrim (titik balik) suatu fungsi f(x) diperoleh dari turunan pertama sama dengan nol. Misalkan titik ekstrimnya (m,n) artinya nilai x=m diperoleh pada saat f′(x)=0 atau f′(m)=0
*). Fungsi f(x) naik syaratnya : f′(x)>0
♠ Fungsi f(x)=ax3+bx2+1 mempunyai titik ekstrim (1,-5) , artinya f′(1)=0 dan f(1)=−5
f(x)=ax3+bx2+1→f′(x)=3ax2+2bx
Substitusi bentuk f′(1)=0
f′(1)=0→f′(x)=3ax2+2bx3a.12+2b.1=03a+2b=0...pers(i)
♠ Substitusi titik ekstrimnya ke fungsi
f(1)=−5→f(x)=ax3+bx2+1a.13+b.12+1=−5a+b=−6...pers(ii)
♠ Eliminasi pers(i) dan pers(ii)
3a+2b=0×13a+2b=0a+b=−6×22a+2b=−12−a=12
pers(ii) : a+b=−6→12+b=−6→b=−18
Sehingga fungsinya :
f(x)=ax3+bx2+1→f(x)=12x3−18x2+1
Turunannya : f′(x)=36x2−36x
♠ Menentukan syarat fungsi f(x) naik
f′(x)>036x2−36x>036x(x−1)>0x=0∨x=1
Jadi, f(x) naik pada interval {x<0∨x>1}.♡
Nomor 15
Dari 15 anak yang terdiri atas laki-laki dan perempuan akan diambil 2 anak secara bersamaan. Jika banyak kemungkinan terambil laki-laki
dan perempuan adalah 26, maka selisih jumlah laki-laki dan perempuan adalah ....
♣ Ada 15 anak laki-laki dan perempuan, akan diambil 2 anak bersamaan. Banyaknya kemungkinan terambil
laki-laki dan perempuan adalah 26, sehingga :
Cp1.Cl1=26p.l=26....pers(i)
Dimana banyaknya laki-laki (l) dan perempuan (p) adalah bilangan bulat. Banyaknya laki-laki dan perempuan yang memenuhi persamaan (i) dan jumlahnya 15 adalah p=2 dan l=13
Sehingga selisihnya : selisih = 13 - 2 = 11
Jadi, selisih jumlah laki-laki dan perempuan adalah 11. ♡
Cp1.Cl1=26p.l=26....pers(i)
Dimana banyaknya laki-laki (l) dan perempuan (p) adalah bilangan bulat. Banyaknya laki-laki dan perempuan yang memenuhi persamaan (i) dan jumlahnya 15 adalah p=2 dan l=13
Sehingga selisihnya : selisih = 13 - 2 = 11
Jadi, selisih jumlah laki-laki dan perempuan adalah 11. ♡
Yang nomor 13, untuk yang cara 2 itu didapat dari mana ya yang konsep dasar trigonometri?
BalasHapus