Nomor 1
Panjang rusuk kubus PQRS.TUVW adalah 6 cm. Titik X pada TW, Y pada UV, dan Z pada QR. Jika |TX| : |XW| = 1 : 2,
|UY| : |YV| = 2 : 1, dan PXYZ membentuk bidang datar, maka volume bangun TUYX.PQZ adalah ....
♠ Gambar

Pada (gambar 1), bidang PXYZ merupakan bidang datar, maksudnya bidang PXYZ merupakan perluasan dari bidang PXY (yang sudah pasti) sehingga memotong rusuk QR di Z. Dengan kata lain, bidang datar yang dimaksud adalah bidang irisan. Untuk menentukan letak titik Z, cukup dengan mencerminkan titik X pada garis PY, sehingga terbentuk garis lurus XZ.
Jika titik Z terletak tidak seperti gambar 1, maka bidang PXYZ yang terbentuk bukan bidang datar lagi melainkan bidang yang melengkung dari bidang PXY ke bidang PYZ yaitu melengkung tepat pada garis PY.
Dengan adanya bidang PXYZ, terbentuklah bangun ruang TUYX.PQZ seperti pada gambar 2.
♠ Menentukan volume bangun TUYX.PQZ
Untuk menentukan volume bangun TUYX.PQZ, kita bagi dua bangun tersebut dalam bentuk limas yaitu limas P.TUYX (gambar 3) dan limas P.QZYU (gambar 4) yang masing-masing mempunyai volume yang sama. Sehingga volume bangun TUYX.PQZ adalah dua kali volume salah satu limas.
Limas P.TUYX, alasnya TUYX berupa trapesium dan tinggi trapesiumnya TU, serta tinggi limasnya adalah TP.
VTUYX.PQZ=2×Vlimas P.TUYX=2×13×Luas Alas × tinggi=2×13×[12.(TX+YU).TU]×TP=23×[12.(2+4).6]×6=72
jadi, volume bangun TUYX.PQZ adalah 72 cm3.♡
Pada (gambar 1), bidang PXYZ merupakan bidang datar, maksudnya bidang PXYZ merupakan perluasan dari bidang PXY (yang sudah pasti) sehingga memotong rusuk QR di Z. Dengan kata lain, bidang datar yang dimaksud adalah bidang irisan. Untuk menentukan letak titik Z, cukup dengan mencerminkan titik X pada garis PY, sehingga terbentuk garis lurus XZ.
Jika titik Z terletak tidak seperti gambar 1, maka bidang PXYZ yang terbentuk bukan bidang datar lagi melainkan bidang yang melengkung dari bidang PXY ke bidang PYZ yaitu melengkung tepat pada garis PY.
Dengan adanya bidang PXYZ, terbentuklah bangun ruang TUYX.PQZ seperti pada gambar 2.
♠ Menentukan volume bangun TUYX.PQZ
Untuk menentukan volume bangun TUYX.PQZ, kita bagi dua bangun tersebut dalam bentuk limas yaitu limas P.TUYX (gambar 3) dan limas P.QZYU (gambar 4) yang masing-masing mempunyai volume yang sama. Sehingga volume bangun TUYX.PQZ adalah dua kali volume salah satu limas.
Limas P.TUYX, alasnya TUYX berupa trapesium dan tinggi trapesiumnya TU, serta tinggi limasnya adalah TP.
VTUYX.PQZ=2×Vlimas P.TUYX=2×13×Luas Alas × tinggi=2×13×[12.(TX+YU).TU]×TP=23×[12.(2+4).6]×6=72
jadi, volume bangun TUYX.PQZ adalah 72 cm3.♡
Cara II :
♠ Gambar

Pada (gambar 1), bidang PXYZ merupakan bidang datar, maksudnya bidang PXYZ merupakan perluasan dari bidang PXY (yang sudah pasti) sehingga memotong rusuk QR di Z. Dengan kata lain, bidang datar yang dimaksud adalah bidang irisan. Untuk menentukan letak titik Z, cukup dengan mencerminkan titik X pada garis PY, sehingga terbentuk garis lurus XZ.
Jika titik Z terletak tidak seperti gambar 1, maka bidang PXYZ yang terbentuk bukan bidang datar lagi melainkan bidang yang melengkung dari bidang PXY ke bidang PYZ yaitu melengkung tepat pada garis PY.
Dengan adanya bidang PXYZ, terbentuklah bangun ruang TUYX.PQZ seperti pada gambar 3.
♠ Menentukan volume bangun TUYX.PQZ
Volume bangun TUYX.PQZ (gambar 3) sama dengan volume bangun AYX.PBCZ (gambar 4). Jika kedua bangun tersebut digabung, maka akan terbentuk balok PBCQ.TAYU seperti gambar 2, yang artinya volume bangun TUYX.PQZ adalah separuh dari volume balok PBCQ.TAYU.
VTUYX.PQZ=12×Vbalok PBCQ.TAYU=12×p×l×t=12×QC×BC×QU=12×4×6×6=72
jadi, volume bangun TUYX.PQZ adalah 72 cm3.♡
♠ Gambar
Pada (gambar 1), bidang PXYZ merupakan bidang datar, maksudnya bidang PXYZ merupakan perluasan dari bidang PXY (yang sudah pasti) sehingga memotong rusuk QR di Z. Dengan kata lain, bidang datar yang dimaksud adalah bidang irisan. Untuk menentukan letak titik Z, cukup dengan mencerminkan titik X pada garis PY, sehingga terbentuk garis lurus XZ.
Jika titik Z terletak tidak seperti gambar 1, maka bidang PXYZ yang terbentuk bukan bidang datar lagi melainkan bidang yang melengkung dari bidang PXY ke bidang PYZ yaitu melengkung tepat pada garis PY.
Dengan adanya bidang PXYZ, terbentuklah bangun ruang TUYX.PQZ seperti pada gambar 3.
♠ Menentukan volume bangun TUYX.PQZ
Volume bangun TUYX.PQZ (gambar 3) sama dengan volume bangun AYX.PBCZ (gambar 4). Jika kedua bangun tersebut digabung, maka akan terbentuk balok PBCQ.TAYU seperti gambar 2, yang artinya volume bangun TUYX.PQZ adalah separuh dari volume balok PBCQ.TAYU.
VTUYX.PQZ=12×Vbalok PBCQ.TAYU=12×p×l×t=12×QC×BC×QU=12×4×6×6=72
jadi, volume bangun TUYX.PQZ adalah 72 cm3.♡
Nomor 2
Diketahui limas beraturan T.ABCD dengan alas berbentuk persegi dan tinggi limas 2√3 cm. Jika T′ proyeksi T
pada bidang alas dan titik P adalah perpotongan garis berat segitiga TBC, maka panjang sisi alas limas agar T′P tegak lurus
segitiga TBC adalah .....
♣ Gambarnya

Karena P titik berat, maka panjang PE=13TE dan PT=23TE
Misalkan panjang AB=2x sehingga BE=EC=T′E=x
♣ Menentukan panjang TE pada segitiga TT′E
TE=√(TT′)2+(T′E)2=√(2√3)2+x2TE=√12+x2
Sehingga panjang :
PE=13TE=13√12+x2
PT=23TE=23√12+x2
♣ Menentukan panjang T′P pada segitiga T′PE
T′P2=T′E2−PE2T′P2=x2−(13√12+x2)2T′P2=x2−19(12+x2)T′P2=89x2−43
♣ Menentukan nilai x pada segitiga TT′P
(TT′)2=T′P2+PT2(2√3)2=(89x2−43)+(23√12+x2)212=89x2−43+49(12+x2)12=89x2−43+163+49x212=129x2+12312=43x2+4x2=8.34=6x=√6
Sehingga panjang sisi alasnya :
AB=2x=2√6
Jadi, panjang sisi alas limas adalah 2√6.♡
Catatan : Tidak ada pada pilihan (tidak ada jawabannya).
Karena P titik berat, maka panjang PE=13TE dan PT=23TE
Misalkan panjang AB=2x sehingga BE=EC=T′E=x
♣ Menentukan panjang TE pada segitiga TT′E
TE=√(TT′)2+(T′E)2=√(2√3)2+x2TE=√12+x2
Sehingga panjang :
PE=13TE=13√12+x2
PT=23TE=23√12+x2
♣ Menentukan panjang T′P pada segitiga T′PE
T′P2=T′E2−PE2T′P2=x2−(13√12+x2)2T′P2=x2−19(12+x2)T′P2=89x2−43
♣ Menentukan nilai x pada segitiga TT′P
(TT′)2=T′P2+PT2(2√3)2=(89x2−43)+(23√12+x2)212=89x2−43+49(12+x2)12=89x2−43+163+49x212=129x2+12312=43x2+4x2=8.34=6x=√6
Sehingga panjang sisi alasnya :
AB=2x=2√6
Jadi, panjang sisi alas limas adalah 2√6.♡
Catatan : Tidak ada pada pilihan (tidak ada jawabannya).
Nomor 3
Titik pusat lingkaran yang menyinggung garis y=2 di (3,2) dan menyinggung garis y=−x√3+2 adalah ....
♠ Gambar

Ada dua lingkaran yang terbentuk yang menyinggung kedua garis.
Untuk menentukan titik pusat lingkaran, kita menggunakan konsep jarak titik pusat ke garis singgung lingkarannya sama dengan jari-jari lingkaran.
Persamaan garisnya : y=−x√3+2 atau √3x+y−2=0
♠ Konsep jarak titik ke garis
Jarak titik (m,n) ke garis ax+by+c=0
Jarak = |a.m+b.n+c√a2+b2|
♠ Titik pusat lingkaran I (LI) :
Jarak titik pusat (3,a) ke garis √3x+y−2=0
Jarak =|a.m+b.n+c√a2+b2|=|√3.3+a−2√(√3)2+12|=3√3+a−22
Jari-jari = r1=2−a
*). Menentukan nilai a :
jari - jari = jarak 3√3+a−22=2−a3√3+a−2=2(2−a)3a=6−3√3a=2−√3
Sehingga titik pusat lingkaran I : (3,a)=(3,2−√3)
♠ Titik pusat lingkaran II (LII) :
Jarak titik pusat (3,b) ke garis √3x+y−2=0
Jarak =|a.m+b.n+c√a2+b2|=|√3.3+b−2√(√3)2+12|=3√3+b−22
Jari-jari = r2=b−2
*). Menentukan nilai b :
jari - jari = jarak 3√3+b−22=b−23√3+b−2=2(b−2)b=2+3√3
Sehingga titik pusat lingkaran II : (3,b)=(3,2+3√3)
Pada pilihan yang ada adalah lingkaran II.
Jadi, salah satu pusat lingkarannya adalah (3,2+3√3).♡
Ada dua lingkaran yang terbentuk yang menyinggung kedua garis.
Untuk menentukan titik pusat lingkaran, kita menggunakan konsep jarak titik pusat ke garis singgung lingkarannya sama dengan jari-jari lingkaran.
Persamaan garisnya : y=−x√3+2 atau √3x+y−2=0
♠ Konsep jarak titik ke garis
Jarak titik (m,n) ke garis ax+by+c=0
Jarak = |a.m+b.n+c√a2+b2|
♠ Titik pusat lingkaran I (LI) :
Jarak titik pusat (3,a) ke garis √3x+y−2=0
Jarak =|a.m+b.n+c√a2+b2|=|√3.3+a−2√(√3)2+12|=3√3+a−22
Jari-jari = r1=2−a
*). Menentukan nilai a :
jari - jari = jarak 3√3+a−22=2−a3√3+a−2=2(2−a)3a=6−3√3a=2−√3
Sehingga titik pusat lingkaran I : (3,a)=(3,2−√3)
♠ Titik pusat lingkaran II (LII) :
Jarak titik pusat (3,b) ke garis √3x+y−2=0
Jarak =|a.m+b.n+c√a2+b2|=|√3.3+b−2√(√3)2+12|=3√3+b−22
Jari-jari = r2=b−2
*). Menentukan nilai b :
jari - jari = jarak 3√3+b−22=b−23√3+b−2=2(b−2)b=2+3√3
Sehingga titik pusat lingkaran II : (3,b)=(3,2+3√3)
Pada pilihan yang ada adalah lingkaran II.
Jadi, salah satu pusat lingkarannya adalah (3,2+3√3).♡
Nomor 4
Diberikan koordinat titik O(0,0), B(−3,√7), dan A(a,0), dengan a>0. Jika pada segitiga AOB, ∠OAB=α
dan ∠OBA=β, maka cos12(α+β)=....
♠ Gambar

Jarak dua titik (a,b) dan (m,n)
Jarak =√(m−a)2+(n−b)2
♠ Menentukan panjang masing-masing
AB=√(a−(−3))2+(√7−0)2
AB2=(a+3)2+7
OB=√(−3−0)2+(√7−0)2→OB=√16=4
OA2=a2→OA=a
♠ Menentukan nilai cosAOB
AB2=OA2+OB2−2.OA.OB.cosAOBcosAOB=OA2+OB2−AB22.OA.OBcosγ=OA2+OB2−AB22.OA.OBcosγ=a2+16−[(a+3)2+7]2.a.4cosγ=a2+16−[a2+6a+16]2.a.4cosγ=−6a2.a.4=−34
♠ Menentukan nilai sin12γ
Konsep dasar : cospx=1−2sin212px
Sehingga : cosx=1−2sin212x
cosγ=1−2sin212γsin12γ=√12−12cosγsin12γ=√12−12.(−34)sin12γ=√78=√78.22=14√14
♠ Menentukan nilai cos12(α+β) pada segitiga AOB
α+β+γ=180∘α+β=180∘−γ12(α+β)=12(180∘−γ)12(α+β)=90∘−12γcos12(α+β)=cos(90∘−12γ)=sin12γ=14√14
Jadi, nilai cos12(α+β)=14√14.♡
Jarak dua titik (a,b) dan (m,n)
Jarak =√(m−a)2+(n−b)2
♠ Menentukan panjang masing-masing
AB=√(a−(−3))2+(√7−0)2
AB2=(a+3)2+7
OB=√(−3−0)2+(√7−0)2→OB=√16=4
OA2=a2→OA=a
♠ Menentukan nilai cosAOB
AB2=OA2+OB2−2.OA.OB.cosAOBcosAOB=OA2+OB2−AB22.OA.OBcosγ=OA2+OB2−AB22.OA.OBcosγ=a2+16−[(a+3)2+7]2.a.4cosγ=a2+16−[a2+6a+16]2.a.4cosγ=−6a2.a.4=−34
♠ Menentukan nilai sin12γ
Konsep dasar : cospx=1−2sin212px
Sehingga : cosx=1−2sin212x
cosγ=1−2sin212γsin12γ=√12−12cosγsin12γ=√12−12.(−34)sin12γ=√78=√78.22=14√14
♠ Menentukan nilai cos12(α+β) pada segitiga AOB
α+β+γ=180∘α+β=180∘−γ12(α+β)=12(180∘−γ)12(α+β)=90∘−12γcos12(α+β)=cos(90∘−12γ)=sin12γ=14√14
Jadi, nilai cos12(α+β)=14√14.♡
Cara II :
♠ Gambar

Pada segitiga BOC : cos(α+β)=34
♠ Konsep dasar : cospx=2cos212px−1
Sehingga : cosx=2cos212x−1
♠ Menentukan sudut BOC
∠AOB=180∘−(α+β)[dari ΔAOB]∠BOC+∠AOB=180∘(sudut berpelurus)∠BOC+[180∘−(α+β)]=180∘∠BOC=(α+β)
♠ Menentukan nilai cos12(α+β)
cosx=2cos212x−1cos(α+β)=2cos212(α+β)−134=2cos212(α+β)−12cos212(α+β)=74cos212(α+β)=78cos12(α+β)=√78cos12(α+β)=√78.22=14√14
Jadi, nilai cos12(α+β)=14√14.♡
♠ Gambar
Pada segitiga BOC : cos(α+β)=34
♠ Konsep dasar : cospx=2cos212px−1
Sehingga : cosx=2cos212x−1
♠ Menentukan sudut BOC
∠AOB=180∘−(α+β)[dari ΔAOB]∠BOC+∠AOB=180∘(sudut berpelurus)∠BOC+[180∘−(α+β)]=180∘∠BOC=(α+β)
♠ Menentukan nilai cos12(α+β)
cosx=2cos212x−1cos(α+β)=2cos212(α+β)−134=2cos212(α+β)−12cos212(α+β)=74cos212(α+β)=78cos12(α+β)=√78cos12(α+β)=√78.22=14√14
Jadi, nilai cos12(α+β)=14√14.♡
Nomor 5
Diketahui vektor-vektor →u=(a,1,−a) dan →v=(1,a,a). Jika →u1 vektor proyeksi →u
pada →v,→v1 vektor proyeksi →v pada →u, dan θ sudut antara →u
dan →v dengan cosθ=13, maka luas jajaran genjang yang dibentuk oleh →u1 dan →v1
adalah ....
♣ Konsep dasar
Vektor →u=(x1,y1,z1) dan →v=(x2.y2,z2)
→u.→v=x1.x2+y1.y2+z1.z2
Panjang vektor :
|→u|=√x21+y21+z21 dan |→v|=√x22+y22+z22
→u.→v=|→u||→v|cosθ
Proyeksi vektor →a pada vektor →b hasilnya →c
→c=(→a.→b|→b|2)→b
♣ Diketahui →u=(a,1,−a) dan →v=(1,a,a)
→u.→v=a.1+1.a+(−a).a=2a−a2
|→u|=√a2+12+(−a)2=√1+2a2
|→v|=√12+a2+a2=√1+2a2
♣ Menentukan nilai a dengan cosθ=13
→u.→v=|→u||→v|cosθ2a−a2=√1+2a2.√1+2a2.136a−3a2=1+2a25a2−6a+1=0(5a−1)(a−1)=0a=15∨a=1
Untuk a=1, maka →u=(1,1,−1) dan →v=(1,1,1)
|→u|=√12+12+(−1)2=√3
|→v|=√12+12+12=√3
→u.→v=1.1+1.1+(−1).1=1
♣ Menentukan vektor →u1 dan →v1
→u1=(→u.→v|→v|2)→v=1(√3)2(111)=(131313)
→v1=(→u.→v|→u|2)→v=1(√3)2(11−1)=(1313−13)
♣ Gambarnya

θ adalah sudut antara →u dan →v , yang artinya θ juga sudut antara →u1 dan →v1
Sehingga : sinθ=2√23
panjang AB=|→v1|=√13 dan AC=|→u1|=√13
♣ Menentukan luas jajargenjang
LΔABC=12.AB.AC.sinθ=12.√13.√13.2√23=19√2
Sehingga luas jajargenjangnya :
Luas = 2×LΔABC=2×19√2=29√2
Jadi, luas jajargenjangnya adalah 29√2.♡
Vektor →u=(x1,y1,z1) dan →v=(x2.y2,z2)
→u.→v=x1.x2+y1.y2+z1.z2
Panjang vektor :
|→u|=√x21+y21+z21 dan |→v|=√x22+y22+z22
→u.→v=|→u||→v|cosθ
Proyeksi vektor →a pada vektor →b hasilnya →c
→c=(→a.→b|→b|2)→b
♣ Diketahui →u=(a,1,−a) dan →v=(1,a,a)
→u.→v=a.1+1.a+(−a).a=2a−a2
|→u|=√a2+12+(−a)2=√1+2a2
|→v|=√12+a2+a2=√1+2a2
♣ Menentukan nilai a dengan cosθ=13
→u.→v=|→u||→v|cosθ2a−a2=√1+2a2.√1+2a2.136a−3a2=1+2a25a2−6a+1=0(5a−1)(a−1)=0a=15∨a=1
Untuk a=1, maka →u=(1,1,−1) dan →v=(1,1,1)
|→u|=√12+12+(−1)2=√3
|→v|=√12+12+12=√3
→u.→v=1.1+1.1+(−1).1=1
♣ Menentukan vektor →u1 dan →v1
→u1=(→u.→v|→v|2)→v=1(√3)2(111)=(131313)
→v1=(→u.→v|→u|2)→v=1(√3)2(11−1)=(1313−13)
♣ Gambarnya
θ adalah sudut antara →u dan →v , yang artinya θ juga sudut antara →u1 dan →v1
Sehingga : sinθ=2√23
panjang AB=|→v1|=√13 dan AC=|→u1|=√13
♣ Menentukan luas jajargenjang
LΔABC=12.AB.AC.sinθ=12.√13.√13.2√23=19√2
Sehingga luas jajargenjangnya :
Luas = 2×LΔABC=2×19√2=29√2
Jadi, luas jajargenjangnya adalah 29√2.♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.