Pembahasan Soal UM UGM Matematika IPA tahun 2013 Kode 262


Nomor 1
Panjang rusuk kubus PQRS.TUVW adalah 6 cm. Titik X pada TW, Y pada UV, dan Z pada QR. Jika |TX| : |XW| = 1 : 2, |UY| : |YV| = 2 : 1, dan PXYZ membentuk bidang datar, maka volume bangun TUYX.PQZ adalah ....
Gambar
um_ugm_1_mat_ipa-2013.png
Pada (gambar 1), bidang PXYZ merupakan bidang datar, maksudnya bidang PXYZ merupakan perluasan dari bidang PXY (yang sudah pasti) sehingga memotong rusuk QR di Z. Dengan kata lain, bidang datar yang dimaksud adalah bidang irisan. Untuk menentukan letak titik Z, cukup dengan mencerminkan titik X pada garis PY, sehingga terbentuk garis lurus XZ.
Jika titik Z terletak tidak seperti gambar 1, maka bidang PXYZ yang terbentuk bukan bidang datar lagi melainkan bidang yang melengkung dari bidang PXY ke bidang PYZ yaitu melengkung tepat pada garis PY.
Dengan adanya bidang PXYZ, terbentuklah bangun ruang TUYX.PQZ seperti pada gambar 2.
Menentukan volume bangun TUYX.PQZ
Untuk menentukan volume bangun TUYX.PQZ, kita bagi dua bangun tersebut dalam bentuk limas yaitu limas P.TUYX (gambar 3) dan limas P.QZYU (gambar 4) yang masing-masing mempunyai volume yang sama. Sehingga volume bangun TUYX.PQZ adalah dua kali volume salah satu limas.
Limas P.TUYX, alasnya TUYX berupa trapesium dan tinggi trapesiumnya TU, serta tinggi limasnya adalah TP.
VTUYX.PQZ=2×Vlimas P.TUYX=2×13×Luas Alas × tinggi=2×13×[12.(TX+YU).TU]×TP=23×[12.(2+4).6]×6=72
jadi, volume bangun TUYX.PQZ adalah 72 cm3.

Cara II :
Gambar
um_ugm_2_mat_ipa-2013.png
Pada (gambar 1), bidang PXYZ merupakan bidang datar, maksudnya bidang PXYZ merupakan perluasan dari bidang PXY (yang sudah pasti) sehingga memotong rusuk QR di Z. Dengan kata lain, bidang datar yang dimaksud adalah bidang irisan. Untuk menentukan letak titik Z, cukup dengan mencerminkan titik X pada garis PY, sehingga terbentuk garis lurus XZ.
Jika titik Z terletak tidak seperti gambar 1, maka bidang PXYZ yang terbentuk bukan bidang datar lagi melainkan bidang yang melengkung dari bidang PXY ke bidang PYZ yaitu melengkung tepat pada garis PY.
Dengan adanya bidang PXYZ, terbentuklah bangun ruang TUYX.PQZ seperti pada gambar 3.
Menentukan volume bangun TUYX.PQZ
Volume bangun TUYX.PQZ (gambar 3) sama dengan volume bangun AYX.PBCZ (gambar 4). Jika kedua bangun tersebut digabung, maka akan terbentuk balok PBCQ.TAYU seperti gambar 2, yang artinya volume bangun TUYX.PQZ adalah separuh dari volume balok PBCQ.TAYU.
VTUYX.PQZ=12×Vbalok PBCQ.TAYU=12×p×l×t=12×QC×BC×QU=12×4×6×6=72
jadi, volume bangun TUYX.PQZ adalah 72 cm3.
Nomor 2
Diketahui limas beraturan T.ABCD dengan alas berbentuk persegi dan tinggi limas 23 cm. Jika T proyeksi T pada bidang alas dan titik P adalah perpotongan garis berat segitiga TBC, maka panjang sisi alas limas agar TP tegak lurus segitiga TBC adalah .....
Gambarnya
um_ugm_3_mat_ipa-2013.png
Karena P titik berat, maka panjang PE=13TE dan PT=23TE
Misalkan panjang AB=2x sehingga BE=EC=TE=x
Menentukan panjang TE pada segitiga TTE
TE=(TT)2+(TE)2=(23)2+x2TE=12+x2
Sehingga panjang :
PE=13TE=1312+x2
PT=23TE=2312+x2
Menentukan panjang TP pada segitiga TPE
TP2=TE2PE2TP2=x2(1312+x2)2TP2=x219(12+x2)TP2=89x243
Menentukan nilai x pada segitiga TTP
(TT)2=TP2+PT2(23)2=(89x243)+(2312+x2)212=89x243+49(12+x2)12=89x243+163+49x212=129x2+12312=43x2+4x2=8.34=6x=6
Sehingga panjang sisi alasnya :
AB=2x=26
Jadi, panjang sisi alas limas adalah 26.
Catatan : Tidak ada pada pilihan (tidak ada jawabannya).
Nomor 3
Titik pusat lingkaran yang menyinggung garis y=2 di (3,2) dan menyinggung garis y=x3+2 adalah ....
Gambar
um_ugm_4_mat_ipa-2013.png
Ada dua lingkaran yang terbentuk yang menyinggung kedua garis.
Untuk menentukan titik pusat lingkaran, kita menggunakan konsep jarak titik pusat ke garis singgung lingkarannya sama dengan jari-jari lingkaran.
Persamaan garisnya : y=x3+2 atau 3x+y2=0
Konsep jarak titik ke garis
Jarak titik (m,n) ke garis ax+by+c=0
Jarak = |a.m+b.n+ca2+b2|
Titik pusat lingkaran I (LI) :
Jarak titik pusat (3,a) ke garis 3x+y2=0
Jarak =|a.m+b.n+ca2+b2|=|3.3+a2(3)2+12|=33+a22
Jari-jari = r1=2a
*). Menentukan nilai a :
 jari - jari = jarak 33+a22=2a33+a2=2(2a)3a=633a=23
Sehingga titik pusat lingkaran I : (3,a)=(3,23)
Titik pusat lingkaran II (LII) :
Jarak titik pusat (3,b) ke garis 3x+y2=0
Jarak =|a.m+b.n+ca2+b2|=|3.3+b2(3)2+12|=33+b22
Jari-jari = r2=b2
*). Menentukan nilai b :
 jari - jari = jarak 33+b22=b233+b2=2(b2)b=2+33
Sehingga titik pusat lingkaran II : (3,b)=(3,2+33)
Pada pilihan yang ada adalah lingkaran II.
Jadi, salah satu pusat lingkarannya adalah (3,2+33).
Nomor 4
Diberikan koordinat titik O(0,0), B(3,7), dan A(a,0), dengan a>0. Jika pada segitiga AOB, OAB=α dan OBA=β, maka cos12(α+β)=....
Gambar
um_ugm_5_mat_ipa-2013.png
Jarak dua titik (a,b) dan (m,n)
Jarak =(ma)2+(nb)2
Menentukan panjang masing-masing
AB=(a(3))2+(70)2
AB2=(a+3)2+7
OB=(30)2+(70)2OB=16=4
OA2=a2OA=a
Menentukan nilai cosAOB
AB2=OA2+OB22.OA.OB.cosAOBcosAOB=OA2+OB2AB22.OA.OBcosγ=OA2+OB2AB22.OA.OBcosγ=a2+16[(a+3)2+7]2.a.4cosγ=a2+16[a2+6a+16]2.a.4cosγ=6a2.a.4=34
Menentukan nilai sin12γ
Konsep dasar : cospx=12sin212px
Sehingga : cosx=12sin212x
cosγ=12sin212γsin12γ=1212cosγsin12γ=1212.(34)sin12γ=78=78.22=1414
Menentukan nilai cos12(α+β) pada segitiga AOB
α+β+γ=180α+β=180γ12(α+β)=12(180γ)12(α+β)=9012γcos12(α+β)=cos(9012γ)=sin12γ=1414
Jadi, nilai cos12(α+β)=1414.

Cara II :
Gambar
um_ugm_6_mat_ipa-2013.png
Pada segitiga BOC : cos(α+β)=34
Konsep dasar : cospx=2cos212px1
Sehingga : cosx=2cos212x1
Menentukan sudut BOC
AOB=180(α+β)[dari ΔAOB]BOC+AOB=180(sudut berpelurus)BOC+[180(α+β)]=180BOC=(α+β)
Menentukan nilai cos12(α+β)
cosx=2cos212x1cos(α+β)=2cos212(α+β)134=2cos212(α+β)12cos212(α+β)=74cos212(α+β)=78cos12(α+β)=78cos12(α+β)=78.22=1414
Jadi, nilai cos12(α+β)=1414.
Nomor 5
Diketahui vektor-vektor u=(a,1,a) dan v=(1,a,a). Jika u1 vektor proyeksi u pada v,v1 vektor proyeksi v pada u, dan θ sudut antara u dan v dengan cosθ=13, maka luas jajaran genjang yang dibentuk oleh u1 dan v1 adalah ....
Konsep dasar
Vektor u=(x1,y1,z1) dan v=(x2.y2,z2)
u.v=x1.x2+y1.y2+z1.z2
Panjang vektor :
|u|=x21+y21+z21 dan |v|=x22+y22+z22
u.v=|u||v|cosθ
Proyeksi vektor a pada vektor b hasilnya c
c=(a.b|b|2)b
Diketahui u=(a,1,a) dan v=(1,a,a)
u.v=a.1+1.a+(a).a=2aa2
|u|=a2+12+(a)2=1+2a2
|v|=12+a2+a2=1+2a2
Menentukan nilai a dengan cosθ=13
u.v=|u||v|cosθ2aa2=1+2a2.1+2a2.136a3a2=1+2a25a26a+1=0(5a1)(a1)=0a=15a=1
Untuk a=1, maka u=(1,1,1) dan v=(1,1,1)
|u|=12+12+(1)2=3
|v|=12+12+12=3
u.v=1.1+1.1+(1).1=1
Menentukan vektor u1 dan v1
u1=(u.v|v|2)v=1(3)2(111)=(131313)
v1=(u.v|u|2)v=1(3)2(111)=(131313)
Gambarnya
um_ugm_7_mat_ipa-2013.png
θ adalah sudut antara u dan v , yang artinya θ juga sudut antara u1 dan v1
Sehingga : sinθ=223
panjang AB=|v1|=13 dan AC=|u1|=13
Menentukan luas jajargenjang
LΔABC=12.AB.AC.sinθ=12.13.13.223=192
Sehingga luas jajargenjangnya :
Luas = 2×LΔABC=2×192=292
Jadi, luas jajargenjangnya adalah 292.
Nomor Soal Lainnya : 1-5 6-10 11-15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.